Makalah Obstetri (Komplikasi kehamilan)

BAB II

PEMBAHASAN

KOMPLIKASI KEHAMILAN

  1. A.      Pengertian

Kehamilan merupakan saat di mana seorang wanita mengandung embrio dan membawanya di dalam rahim.

Komplikasi merupakan penyakit yg baru timbul kemudian sebagai tambahan pd penyakit yg sudah ada.
dari dua pengertian diatas kami mengambil kesimpulan Berarti Komplikasi Kehamilan  merupakan suatu penyakit yang timbul dimana saat seorang wanita sedang mengandung / atau hamil.

 

Kehamilan adalah salah satu bagian paling indah dari kehidupan wanita tetapi banyak kali masalah kecil dapat membuat risiko tinggi untuk wanita hamil dan bayi to-be-lahir. Kehamilan masalah hari ini telah menjadi hal biasa bagi hampir setiap wanita dan masalah ini tampaknya akan menghancurkan pesona asli dari periode yang hamil perempuan harus benar-benar menikmati. Infeksi pada tubuh, beberapa bahan kimia, atau beberapa jenis radiasi dapat menyebabkan cacat pada kelahiran (teratogen) untuk tubuh perempuan. Komplikasi akan muncul setiap saat selama kehamilan atau mungkin setelah kehamilan. Bahkan anak mungkin menderita dengan masalah ini.

 

  1. B.      Macam-macam komplikasi kehamilan

Menurut Dep Kes RI (1997), jika tidak melaksanakan ANC sesuai aturan dikhawatirkan akan terjadi komplikasi -komplikasi yang terbagi menjadi 2 kelompok :

  1. a.       Komplikasi Obstetrik Langsung, meliputi :
  2. 1.       Perdarahan
    Perdarahan antepartum adalah perdarahan yang terjadi setelah kehamilan 28 minggu. Biasanya lebih banyak dan lebih berbahaya daripada perdarahan kehamilan sebelum 28 minggu (Mochtar, 1998). Jika perdarahan terjadi di tempat yang jauh dari fasil itas pelayanan kesehatan atau fasilitas pelayanan kesehatan tersebut tidak mampu melakukan tindakan yang diperlukan, maka umumnya kematian maternal akan terjadi.
  3. 2.       Pre-eklampsia/eklampsia
    Kondisi ibu yang disebabkan oleh kehamilan disebut dengan keracunan kehamilan, dengan tanda -tanda oedeme (pembengkakan) terutama tampak pada tungkai dan muka., tekanan darah tinggi, dan dalam air seni terdapat zat putih telur pada pemeriksaan urine dari laboratorium. Kematian karena eklampsia meningkat dengan tajam dibandingkan pada tingkat pre-eklampsia berat.

Gejala-gejala dari pre-eklampsia adalah:

a. tekanan darah lebih tinggi dari 140/90 mm hg

b.wajah atau tangan membengkak

c. kadar protein yang tinggi dalam air kemih.

  1. 3.       Kelainan Letak (Letak Lintang/Letak Sungsang)

a. Letak Lintang : Merupakan kelainan letak janin di dalam rahim pada kehamilan tua (8-9 bulan): kepala ada di samping kanan at au kiri dalam rahim ibu. Bayi letak lintang tidak dapat lahir melalui jalan lahir biasa, karena sumbu tubuh janin melintang terhadap sumbu tubuh ibu. Bayi membutuhkan pertolongan operasi sesar.

b.Letak Sungsang : merupakan kelai nan letak janin di dalam rahim pada kehamilan tua (hamil 8-9 bulan), dengan kepala di atas dan bokong atau kaki di bawah. Bayi letak sungsang lebih sukar lahir, karena kepala lahir terakhir . 

Penyebab letak sungsang dapat berasal dari pihak ibu (keadaan rahim, keadaan plasenta, keadaan jalan lahir) dan dari janin (tali pusat pendek, hidrosefalus, kehamilan kembar, hidramnion, prematuritas).

  1. 4.       Hidramnion
    Yaitu kehamilan dengan jumlah air ketuban lebih dari 2 liter. Keadaan ini mulai tampak pada trimester III, dapat terjadi secara perlahan-lahan atau sangat cepat. Pada kehamilan normal, jumlah air ketuban ½ -1 liter. Karena rahim sangat besar akan menekan pada organ tubuh sekitarnya, yang menyebabkan keluhan -keluhan sebagai berikut:

a. Sesak napas, karena sekat rongga dada terdorong ke atas.

b.Perut membesar, nyeri perut karena rahim berisi air ketuban 2 liter.

c. Pembengkakan pada kedua bibir kemaluan dan tungkai.

  1. 5.       Ketuban Pecah Dini

Ketuban Pecah Dini yaitu keluarnya cairan berupa air dari vagina setelah kehamilan berusia 22 minggu. Ketuban dinyatakan pecah dini jika terjadi sebelum proses persalinan berlangsung.  Pecahnya selaput ketuban dapat terjadi pada kehamilan preterm sebelum kehamilan 37 minggu maupun kehamilan aterm.

  1. 6.       Plasenta Previa

Plasenta previa adalah plasenta yang tertanam di atas atau di dekat serviks (leher rahim), pada rahim bagian bawah. di dalam rahim, plasenta bisa menutupi lubang serviks secara keseluruhan atau hanya sebagian. plasenta previa biasanya terajdi pada wanita yang telah hamil lebih dari 1 kali atau wanita yang memiliki kelainan rahim (misalnya fibroid). pada akhir kehamilan, tiba-tiba terjadi perdarahan yang jumlahnya bisa semakin banyak. darah yang keluar biasanya berwarna merah terang. untuk memperkuat diagnosis, dilakukan pemeriksaan usg. jika perdarahannya hebat, dilakukan transfusi darah berulang. jika perdarahannya ringan dan persailinan masih lama, bisanya dianjurkan untuk menjalani tirah baring. hampir selalu dilakukan operasi sesar karena cenderung terjadi pelepasan plasenta sebelum waktunya, bayi bisa mengalami kekurangan oksigen dan ibu bisa mengalami perdarahan hebat.

  1. 7.       Hiperemesis Gravidarum

Hiperemesis gravidarum adalah mual dan muntah yang berlebihan selama masa hamil, tidak seperti morning sickness yang biasa dan bisa menyebabkan dehidrasi dan kelaparan. penyebabnya tidak diketahui. faktor psikis bisa memicu atau memperburuk muntah. berat badann pendertia menurun dan terjadi dehidrasi. dehidrasi bisa menyebabkan perubahan kadar elektrolit di dalam darah sehingga darah menjadi terlalu asam. jika muntah terus terjadi, bisa terjadi kerusakan hati. komplikasi lainnya adalah perdarahan pada retina yang disebabkan oleh meningkatnya tekanan darah ketika penderita muntah. penderita dirawat dan mendapatkan cairan, glukosa, elektrolit serta vitamin melalui infus.

Penderita berpuasa selama 24 jam. jika perlu, bisa diberikan obat anti-mual dan obat penenang. jika dehidrasi telah berhasil diatasi, penderita boleh mulai makan makanan lunak dalam porsi kecil. biasanya muntah berhenti dalam beberapa hari. jika gejala kembali kambuh, maka pengobatan diulang kembal

  1. 8.       Abrupsio Plasenta

Abrupsio plasenta adalah pelepasan plasenta yang berada dalam posisi normal pada dinding rahim sebelum waktunya, yang terjadi pada saat kehamilan bukan pada saat persalinan. plasenta mungkin tidak menempel seluruhnya (kadang hanya 10-20%) atau menempel seluruhnya. penyebabnya tidak diketahui. abrupsio lebih sering ditemukan pada wanita yang menderita tekanan darah tinggi, penyakit jantung, diabetes atau penyakit rematik dan wanita pemakai kokain. terjadi perdarahan rahim yang berasal dari sisi tempat menempelnya plasenta.

 

  1. b.      Komplikasi Obstetrik Tidak Langsung :
  2. 1.       Penyakit jantung

Keluhan yang dirasakan oleh ibu hamil antara lain sesak napas, jantung berdebar, dada terasa berat (kadang -kadang nyeri), nadi cepat, kaki bengkak Keluhan tersebut timbul di waktu kerja berat. Sedangkan pada payah jantung yang berat dirasa pada saat kerja ringan atau sedang beristirahat/berbaring. Pada saat kehamilan, penyakit jantung ini akan menjadi lebih berat. Pengaruh penyakit jantung terhadap kehamilan adalah dapat menyebabkan gangguan pada pertumbuhan janin dengan berat badan lahir rendah, prematuritas, kematian janin dalam rahim dan juga dapat terjadi abortus.

  1. 2.       Tuberkulosis
    Keluhan-keluhan yang dirasakan oleh ibu hamil antara lain batuk lama tak sembuh-sembuh, tidak suka makan, badan lemah dan semakin kurus, batuk darah. Penyakit ini tidak berpengaruh secara langsung terhadap janin dan tidak memberikan penularan selama kehamilannya. Janin baru akan tertular setelah dilahirkan. Bila tuberkulosa/TBC sudah berat dapat menurunkan kondisi tubuh ibu hamil, tenaga dan termasuk ASI ikut berkurang, bahkan ibu dianjurkan untuk tidak memberi ASI kepada bayinya secara langsung.
  2. 3.       Anemia
    Wanita tidak hamil mempunyai nilai normal hemoglobin 12 -15 gr%. Angka tersebut juga berlaku untuk wanita hamil, terutama wanita yang mendapat pengawasan selama hamil. Oleh karena itu, pemeriksaan hemoglobin harus menjadi pemeriksaan darah rutin selama pengawasan antenatal, yaitu dilakukan setiap 3 bulan atau paling sedik it 1 kali pada pemeriksaan pertama atau pada triwulan pertama dan sekali lagi pada triwulan terakhir. Keluhan yang dirasakan ibu hamil adalah: lemas badan, lesu, lekas lelah, mata berkunang-kunang, jantung berdebar. Pengaruh anemia terhadap kehamilan antara lain: dapat menurunkan daya tahan ibu hamil sehingga ibu mudah sakit, menghambat pertumbuhan janin sehingga bayi lahir dengan berat badan rendah dan persalinan prematur.
  3. 4.       Malaria
    Keluhan yang dirasakan oleh ibu hamil antar a lain panas tinggi, menggigil sampai keluar keringat, sakit kepala, muntah -muntah. Bila penyebab malaria ini disertai dengan panas yang tinggi dan anemia, maka akan mengganggu ibu hamil dan kehamilannya. Bahaya yang mungkin terjadi antara lain abortus/keguguran, kematian janin dalam kandungan, dan persalinan prematur.
  4. 5.       Diabetes Mellitus

Dugaan adanya kencing manis pada ibu hamil apabila :

  1. a.  Ibu pernah mengalami beberapa kali kelahiran bayi yang besar dengan berat badan lahir bayi lebih dari 4 000 gram.

b.Pernah mengalami kematian bayi dalam rahim pada kehamilan minggu-minggu terakhir.

c. Ditemukan glukosa dalam air seni (pemeriksaan laboratorium), yang disebut glikosuria.

Pengaruh diabetes mellitus terhadap kehamilan tergantung pada berat ringannya penyakit, pengobatan dan perawatannya. Pengobatan diabetes mellitus menjadi lebih sulit karena pengaruh kehamilan. Kehamilan akan memperberat diabetes mellitus dan memperbesar kemungkinan timbulnya komplikasi seperti koma. Komplikasi yang Tidak Berhubungan Dengan Obstetrik seperti cidera akibat kecelakaan (kendaraan, keracunan dan kebakaran).

  1. 6.       Inkompatibilitas rh

Inkompatibilitas rh adalah suatu ketidaksesuaian rh di dalam darah ibu hamil dan darah bayinya. sebagai akibat dari inkompatibilitas rh, tubuh ibu akan membentuk antibodi terhadap sel-sel darah merah bayi. antibodi menyebabkan beberapa sel darah merah pecah dan kadang menyebabkan penyakit hemolitik (sejenis anemia) pada bayi. golongan darah ditentukan berdasarkan kepada adanya molekul-molekul pada permukaan sel darah merah. golongan darah rh terdiri dari beberapa molekul tersebut.

 

  1. C.      Penyebab
  2. a.       Pentingnya Perencanaan

 

Sejak awal pasangan suami istri mestinya memutuskan mereka akan mempunyai anak berapa. Di negara-negara berkembang, sudah menjadi pemandangan lazim kalau kita melihat ibu-ibu yang sudah hamil lagi padahal ia masih menggendong bocah kecil atau malah menyusui bayinya. Perencanaan yang baik memungkinkan ibu mengatur jarak ideal antara kehamilan yang satu dengan kehamilan berikutnya, meringankan tugas Si Ibu, sekaligus memungkinkan tubuhnya pulih kembali usai melahirkan.

  1. b.      Diet Sehat

Selain mencukupi zat-zat makanan yang nanti dibutuhkan janinnya sepanjang kehamilan, sebelum hamil, seorang calon ibu membutuhkan paling tidak empat bulan untuk meminimalkan efek negatif zat-zat kimia berbahaya.  

Resiko janin terkena spina bifida (kelainan sambungan jaringan-jaringan saraf) akan berkurang secara signifikan bila Si Ibu cukup mengonsumsi asam folat. Pasalnya, tabung saraf akan menutup pada hari ke 24 sampai ke 28 setelah konsepsi. Di saat itu biasanya yang bersangkutan belum menyadari kalau dirinya hamil. Itulah mengapa konsumsi asam folat sebaiknya dimulai beberapa bulan sebelumnya ketika wanita merencanakan punya momongan.

Zat besi juga sangat penting. Selama kehamilan, calon ibu membutuhkan zat besi dua kali lipat dari kebutuhan sebelum hamil. Kalau kebutuhan zat besi ini tidak tercukupi, Si Calon Ibu akan mengalami anemia atau rendahnya kadar zat besi dalam darahnya. Kondisi ini diperburuk oleh frekuensi kehamilan yang membuat tubuh Si Ibu tidak sempat pulih.

  1. c.       Infeksi

Infeksi pada kandung kemih, serviks (mulut rahim) ataupun infeksi pada sistem pencernaan dapat memburuk kondisi selama kehamilan dan meningkatkan risiko mengalami persalian prematur dan preeklampsia. Jadi, jauh lebih baik mengobati infeksi apa pun sebelum hamil hingga saat hamil tubuh benar-benar dalam keadaan sehat.

 

  1. d.      Pemeriksaan Prenatal

Kunjungan teratur ke dokter kandungan dan kebidanan sepanjang kehamilan terbukti mampu mengurangi risiko kematian. Kalaupun tidak memungkinkan untuk memeriksakan diri ke dokter kandungan, setidaknya periksakan kehamilan ke bidan.

Pemeriksaan rutin ke tenaga medis dapat memantau kondisi kehamilan tersebut apakah memerlukan penanganan khusus atau tidak. Di antaranya kehamilan kembar, tekanan darah tinggi, gangguan jantung atau ginjal dan diabetes. Di banyak negara, ibu hamil mendapat vaksin tetanus toksoid guna mencegah tetanus pada bayi baru lahir. Ketika usia kehamilan mencapai 26-28 minggu biasanya akan dilakukan pemeriksaan terhadap ada tidaknya Streptokokus B. Kalau bakteri ini ada di usus besar bukan tidak mungkin nantinya akan menginfeksi bayi saat dilahirkan.

Ibu hamil juga wajib menyampaikan riwayat medisnya maupun keluhan yang dirasakannya kepada dokter yang menangani kehamilannya. Cermati pula situasi darurat bagi wanita hamil, yakni perdarahan melalui vagina, wajah tiba-tiba bengkak, rasa sakit yang hebat dan terus-menerus di kepala atau tangan, penglihatan yang tiba-tiba berkabut, rasa sakit yang luar biasa di daerah perut, muntah terus-menerus, menggigil akibat demam, frekuensi atau intensitas gerak janin mendadak berubah, membanjirnya cairan lewat vagina, rasa perih atau tak tuntas saat buang air kecil.

  1. e.      Alkohol dan Obat-obatan Terlarang

Konsumsi alkohol dan obat-obatan terlarang (termasuk rokok) meningkatkan risiko bayi mengalami retardasi atau keterbelakangan mental, dengan cacat fisik ataupun gangguan perilaku.

Ada banyak kasus di mana ibu hamil yang kecanduan alkohol dan obat-obatan terlarang melahirkan bayi dengan sindrom menarik diri. Meskipun banyak yang beranggapan bahwa 1 seloki kecil anggur bila diminum sesekali selama kehamilan tidak akan membahayakan janin. Namun para dokter biasanya akan menganjurkan para ibu hamil untuk total meninggalkan hal-hal tadi selama hamil. Calon ibu juga sebaiknya benar-benar menjaga diri untuk tidak menjadi perokok pasif.

  1. f.        obat-obatan

Sebaiknya tidak minum obat apa pun bila memang tidak ada indikasi medis. Bahkan beberapa suplemen vitamin pun bisa membahayakan bila dikonsumsi sembarangan. Vitamin A yang berlebih, contohnya, bisa memicu terjadinya malformasi alias kelainan pembentukan organ atau kecacatan.

  1. g.       Berat Badan

Ibu hamil disarankan menghindari perubahan BB (berat badan) yang ekstrem. Bayi baru lahir dengan berat rendah (kurang dari 2,5 kg) memiliki risiko kematian 40 kali lebih tinggi dibanding bayi lahir dengan berat rata-rata atau normal. Idealnya, berat badan baru mengalami peningkatan di trimester kedua.

Ini berarti Si Ibu Hamil makan dengan kuantitas yang tidak berlebih. Penambahan berat ini memang sesuai dengan meningkatnya kebutuhan organ-organ tubuh. Penambahan berat badan yang ideal adalah 9-12 kg pada akhir kehamilan. Sedangkan ibu hamil yang berbadan kurus dianjurkan mengupayakan penambahan BB sebanyak 12-15 kg. Sebaliknya, ibu-ibu dengan BB berlebih sebelum kehamilan sebaiknya membatasi kenaikan BB hanya sekitar 7-9 kg saja.

  1. h.      Kebersihan

Jangan abaikan pula aturan-aturan dasar seputar kebersihan, di antaranya mencuci tangan dan bahan-bahan makanan yang hendak diolah. Hubungan intim pada dasarnya tak jadi masalah. Asalkan jangan dilakukan di minggu-minggu terakhir kehamilan karena bisa memicu terjadinya perdarahan, kontraksi, ataupun lahir sebelum waktunya.

  1. i.        Zat Kimia

Penggunaan aerosol dan zat-zat kimia dalam rumah tangga juga sebaiknya dibatasi. Suhu yang teramat tinggi dan latihan berlebih juga harus dihindari.

Begitu pula dengan berdiri terlalu lama ataupun melakukan pekerjaan yang menyita banyak tenaga. Saat berkendara, sabuk pengaman tetap wajib dikenakan tapi dengan ikatan yang cukup konggar agar tak menekan perut.

  1. j.        Jenis Persalinan

Ibu hamil jauh-jauh hari sebaiknya sudah memutuskan apakah akan melahirkan di RS, klinik bersalin atau bahkan di rumah, apakah secara normal atau sesar. Si Ibu hamil juga wajib tahu, sampai batas tertentu, bagaimana dia akan ditolong oleh dokter kandungan atau bidan.

Ibu hamil pun harus memahami aspek-aspek yang terkait dengan persalinan, seperti posisi saat melahirkan, episiotomi, forsep, penahan rasa sakit maupun monitoring  melalui alat-alat khusus yang serbacanggih. Kalau memilih melahirkan di rumah dan ternyata terjadi komplikasi, contohnya. Maka ibu perlu tahu ke rumah sakit mana ia harus mencari pertolongan, terutama bila terjadi perdarahan. Kondisi seperti ini yang harus benar-benar diperhitungkan. Begitu juga ketersediaan darah mengingat tidak sedikit kaum ibu yang menemui ajal saat melahirkan karena mengalami perdarahan.

  1. D.      Gejala komplikasi / tanda bahaya ibu hamil
    1. 1.       Perdarahan pervaginam

Perdarahan melalui vagina pada kehamilan jarang sekali merupakan hal yang normal. Pada saat yang dini dalam masa kehamilan, para ibu mungkin akan melihat adanya perdarahan sedikit atau bintik darah sekitar waktu pertama kali haid mereka berhenti. Perdarahan ini adalah perdarahan implementasi (penanaman) dan hal itu adalah normal. Cara mendeteksinya seorang bidan harus meminta ibu untuk menjelaskan sifat-sifat perdarahannya, kapan mulai terjadi flek, berapa banyak darah yang sudah hilang, apa warna darah tersebut, adakah gumpalan darah beku dan lain-lain. Pada waktu-waktu lain dalam masa kehamilan, perdarahan ringan mungkin bisa merupakan suatu pertanda dari cervix yang rapuh. Perdarahan jenis ini bisa merupakan hal yang normal atau bisa juga sebagai pertanda adanya infeksi. Cara pengumpulan datanya lakukan pemeriksaan tekanan darah, suhu, denyut, serta tonus jantung bayi.
Pada awal kehamilan, perdarahan yang tidak pernah boleh dianggap normal adalah perdarahan yang merah, berat dan menyakitkan. Perdarahan seperti ini bisa menjadi pertanda telah terjadi abortus kehamilan, atau kehamilan ektopik. Tugas bidan adalah melakukan pemeriksaan luar, raba dan rasakan kelembutan abdominal bagian bawah, lakukan pemeriksaan inspekulo (jika memungkinkan).
Pada usia kehamilan selanjutnya, perdarahan abnormal adalah merah, banyak dan kadang-kadang walaupun tidak selalu, bertalian dengan rasa nyeri. Perdarahan jenis ini bisa menjadi pertanda adanya placenta previa atau placenta abruption. Pada kasus plasenta previa jangan sekali-kali melakukan pemeriksaan dalam.

  1. 2.       Sakit kepala yang hebat

Sakit kepala semasa kehamilan adalah normal dan sering merupakan ketidaknyamanan yang umum dalam kehamilan. Sakit kepala yang mungkin mengindikasikan suatu masalah yang serius adalah sakit kepala yang hebat yang berlangsung terus menerus dan tidak bisa hilang dengan jalan istirahat. Kadang-kadang, dengan sakit kepala yang sangat berat, seorang ibu bisa merasakan bahwa penglihatan/pemandangan matanya bisa kabur atau ibu tersebut melihat adanya bintik hitam dihadapan matanya. Sakit kepala berat dalam masa kehamilan merupakan gejala dari preeklampsia.

Pentalaksanaan dengan cara menanyakan kepada ibu apakah ia mengalami edema/pembengkakan pada wajah/tangan atau terjadi masalah penglihatan. Periksa tekanan darah, protein urine, refleks dan edema. Periksa suhu badannya dan jika suhunya naik pertimbangkan untuk memeriksa darah untuk mengetahui apakah ada penyakit/parasit malaria.

 

  1. 3.       Masalah penglihatan

Oleh karena pengaruh-pengaruh hormonal, akuitas visual (ketajaman penglihatan) seorang ibu bisa berubah pada saat kehamilan. Perubahan kecil dalam masa ini adalah normal.

Masalah penglihatan yang bisa mengindikasikan kondisi yang mengancam jiwa ialah perubahan tiba-tiba dalam penglihatan, seperti kekaburan penglihatan atau melihat adanya bintik-bintik dihadapan mata. Perubahan-perubahan seperti ini bisa dibarengi dengan sakit kepala berat. Perubahan penglihatan yang tiba-tiba bisa merupakan pertanda adanya preeklamsia.

Pada kasus ini lakukan pemeriksaan tekanan darah, protein urine, refleks dan edema.

  1. 4.       Pembengkakan di wajah atau tangan

Hampir setengah dari jumlah seluruh wanita pasti mengalmi sedikit pembengkakan yang sifatnya normal pada kaki dan telapak kaki yang biasanya muncul pada akhir (sore) hari dan biasanya akan hilang setelah istirahat atau dengan meninggikan kaki sedikit.

Pembengkakan yang bisa mengindikasikan adanya masalah yang serius ialah bila pembengkakan tersebut berada di wjaah dan tangan, dan tidak mau hilang setelah istirahat, dan hal ini disertai dengan keluhan-keluhan fisik lainnya. hal ini bisa merupakan pertanda adanya anemia, kegagalan kardiak atau pre eklampsia.

Penanganan yang dilakukan, tanyakan kepada ibu apakah ia mengalami sakit kepala dan gangguan penglihatan, evaluasi derajat pembengkakan, verivikasi haemoglobin ibu (atau warna dari konjungtiva/telapak tangannya) dan tanyakan tentang tanda-

  1. 5.       Sakit abdominal yang berat

Rasa sakit abdominal yang tidak ada hubungannya dengan persalinan normal biasanya adalah tidak normal. Rasa sakit abdominal yang mungkin bisa mengindikasikan masalah yang mengancam jiwa ialah rasa sakit yang parah, terus berlanjut dan tidak bisa diperingan dengan jalan istirahat. Hal ini bisa berarti adanya apendicitis (radang usus buntu), penyakit radang panggul, kehamilan ektopik, abortus, gastritis, penyakit kantung empedu, abrupsi plasenta (plasenta lepas sebelum waktunya), infeksi saluran kemih atau infeksi-infeksi lainnya.

Mintalah ibu untuk menjelaskan sifat nyeri badomen tersebut, kapan terjadinya, seberapa sakitnya dan lain-lain. Tanyakan apakah ada tanda-tanda/gejala lain yang menyertai seperti muntah-muntah, diare, demam dan sebagainya. Lakukan pemeriksaan tekanan darah, suhu, denyut jantung janin, denyut nadi.

Lakukan pemeriksaan luar, dalam, raba dan rasakan kelembutan abdominalnya atau kelembutan rebound (pantulannya), periksa untuk mengetahui Costo-Vertebral Angle Tenderness (CVAT) atau nyeri pada daerah tulang dada dan tulang punggung. Periksa urine untuk mengetahui kadar proteinnya.

  1. 6.       Pergerakan bayi berkurang tidak seperti biasanya

Pada saat bayi tertidur pergerakannya akan sedikit melambat, bayi seharusnya bergerak sedikitya 3 kali dalam 3 jam. Pergerakan tersebut akan lebih mudah dirasakan ketika berbaring atau beristirahat dan pada waktu ibu cukup makan dan cukup minum

Jika bayi bergerak sebelumnya dan sekarang tidak bergerak lagi, tanyakan pada ibu, kapankah terakhir kalinya bayi tidak bergerak?. Lakukan perabaan untuk mengetahui dan merasakan pergerakan janin dan dengarkan denyut jantung janin.

  1. E.       Cara mencegah

ibu hamil perlu tahu dan mewaspadai gejala Komplikasi kehamilan , cara mencegah dan menanggulanginya. Ibu hamil juga harus benar-benar memperhatikan asupan dan nutrisinya. Tidak hanya karena harus member makan janin yang di kandungnya, ibu hamil juga bisa mencegah komplikasi kehamilan dengan menjaga asupan nutrisi yang seimbang. Berikut ini adalah beberapa cara yang digunakan untuk mencegah komplikasi kehamilan :

  1. Kunjungi Dokter/Bidan

Kunjungi dokter atau bidan secara teratur. Rutin Chek-Up akan mendeteksi massalah dan membuat anda dan bayi anda sehat

  1. Hindari rokok

Jangan merokok dan hindari paparan perokok pasif. Merokok dapat menyebabkan masalah dengan placenta dan telah dikaitkan dengan menderita sindrom kematian bayi mendadak.

  1. Hindari bahan kimia

Hindari paparan bahan kimia dan zat-zat beracun, seperti cat, timbale, merkuri, dan larutan pembersih.

  1. Hindari alcohol

Hindari minuman beralkohol selama kehamilan, minum dapat menyebabkan masalah perkembangan dan perilaku untuk bayi.

  1. Cuci tangan

Cuci tangan untuk mencegah penyebaran kuman.

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

KESIMPULAN DAN SARAN

  1. Kesimpulan

Komplikasi kehamilan adalah suatu penyaki tang timbul disaat seorang wanita tengah hamil, penyakit tersebut dating dengan berbagai cara dan berbagai bentuk penyyakit pula. Maka dari situ kita bisa mencegah pentakit atau komplikasi ini dengan melakukan rutinitas hidup sehat. Baik ibu maupun keluarga atau masyarakat sekitar.

  1. Saran

Makalah Komunikasi dan Konseling

MAKALAH KOMUNIKASI DAN KONSELING

KONSEP DASAR KOMUNIKASI

 

 

http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-prn1/68892_114734231924799_2216518_a.jpg

 

 

 

 

 

 

 

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN NUSANTARA

KUPANG

2013/2014

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

A.    Latar Belakang

 

Komunikasi merupakan hal terpenting dalam kehidupan. Komunikasi dibuat untuk menyebarluaskan pesan kepada publik, mempengaruhi khalayak dan menggambarkan kebudayaan pada masyarakat. Hal ini membuat media menjadi bagian dari salah satu institusi yang kuat di masyarakat. Untuk memenuhi kebutuhan berinteraksi yang bersifat antarpribadi, dipenuhi melalui kegiatan komunikasi interpersonal atau antarpribadi. Sedangkan kebutuhan untuk berkomunikasi secara publik dengan orang banyak, dipenuhi melalui aktivitas komunikasi massa.

Dengan demikian komunikasi menjadi unsur penting dalam berlangsungnya kehidupan suatu masyarakat. Selain merupakan kebutuhan, aktivitas komunikasi sekaligus merupakan unsur pembentuk suatu masyarakat. Sebab tidak mungkin manusia hidup di suatu lingkungan tanpa berkomunikasi satu sama lain.

Komunikasi massa adalah proses penyampaian informasi kepada khalayak massa dengan menggunakan saluran-saluran media massa. Jadi komunikasi massa tidak sama dengan media massa. Media massa hanyalah salah satu faktor yang membentuk proses komunikasi massa tersebut, yaitu sebagai alat atau saluran.

Iklan merupakan berita pesanan untuk mendorong, membujuk orang agar tertarik pada barang yang ditawarkan. Secara garis besar iklan dibagi menjadi dua, yang pertama iklan komersil yaitu iklan yang bertujuan untuk meningkatkan pemasaran suatu produk dan jasa. Yang kedua iklan non komersil yaitu bagian dari kampanye sosial dengan tujuan mengajak, menghimbau atau menyampaikan gagasan demi kepentingan umum. Iklan non komersil lebih dikenal dengan iklan layanan masyarakat.

 

 

 

 

 

B.     Tujuan

 

Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini yaitu :

Ø  Untuk mengetahui tentang komunikasi kesehatan.

Ø  Untuk mengetahui unsur komunikasi.

Ø  Untuk mengetahui komponen komunikasi.

Ø  Untuk mengetahui proses komunikasi.

Ø  Untuk mengetahui factor-factor yang mempengaruhi komunikasi.

Ø  Jenis dan bentuk komunikasi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

KONSEP DASAR KOMUNIKASI

 

A.    Pengertian

1.      Komunikasi

              Istilah ‘komunikasi’ (communication) berasal dari bahasa Latin ‘communicatus’ yang artinya berbagi atau menjadi milik bersama. Dengan demikian komunikasi menunjuk pada suatu upaya yang bertujuan berbagi untuk mencapai kebersamaan.

            Menurut Effendi (1995) komunikasi itu sendiri bisa diartikan sebagai suatu  proses penyampaian pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberikan atau untuk mengubah sikap, pendapat atau perilaku baik secara langsung (lisan)  maupun tak langsung

Komunikasi adalah suatu proses melalui mana seseorang (komunikator) menyampaikan stimulus (biasanya dalam bentuk kata-kata) dengan tujuan mengubah atau membentuk perilaku orang lain (khalayak). (Hovland, Janis dan Kelley : 1953)

Komunikasi adalah proses penyampaian informasi, gagasan, emosi, keahlian dan lain-lain melalui penggunaan simbol-simbol seperti kata-kata, gambar-gambar, angka-angka dan lain-lain. (Barelson dan Steiner, 1964).

Ada pun menurut beberapa ahli :
1.Definisi Hovland, Janis dan Kelley
Hovland, Janis dan Kalley seperti yang dikemukakan oleh Forsdale (1981) adalah sosiologi Amerika, mengatakan bahwa, “communication is the process by which an individual transmits stimuli (usually verbal) to modify the behavior of other individuals”. Dengan kata-kata lain komunikasi adalah proses individu mengirim stimulus yang biasanya dalam bentuk verbal untuk mengubah tingkah laku orang lain. Pada definisi ini, mereka menganggap komunikasi sebagai suatu proses, bukan sebagai suatu hal.

2.Definisi Forsdale
Menurut Louis Forsdale (1981), ahli komunikasi dan pendidikan, “communication is the process by which a system is estabilished, maintained and altered by means of shared signals that operate according to rules”. Komunikasi adalah suatu proses memberikan signal menurut aturan tertentu, sehingga dengan cara ini suatu system dapat didirikan, dipelihara dan diubah. Pada definisi ini komunikasi juga dipandang sebagai suatu proses. Kata signal maksudnya adalah signal yang

 

Berdasarkan bahwa pengertian komunikasi ini akan digunakan untuk memahami komunikasi organisasi, maka kami berusaha menyusun definisi sendiri sebagai berikut : komunikasi adalah pertukaran pesan verbal maupun nonverbal antara si pengirim dengan si penerima pesan untuk mengubah tingkah laku.
Si pengirim pesan dapat berupa seorang individu, kelompok atau organisasi. Begitu juga halnya dengan si penerima pesan dapat berupa seorang anggota organisasi, seorang kepala bagian,pimpinan, kelompok orang dalam organisasi, atau organisasi secara keseluruhan.
Istilah proses maksudnya bahwa komunikasi itu berlangsung melalui trahap-tahap tertentu secara terus menerus, berubah-ubah, dan tidak ada henti-hentinya. Proses komunikasi merupakan proses yang timbale balik karena antara si pengirim dan si penerima saling mempengaruhi satu sama lain.
Perubahan tingkah laku maksudnya dalam pengertian yang luas yaitu perubahan yang terjadi di dalam diri individu mungkin dalam aspek kognitif, afektif atau psikomotor.

 

 

B.     Unsur-unsur Komunikasi

Komunikasi telah didefinisikan sebagai usaha penyampaian pesan antar manusia, sehingga untuk terjadinya proses komunikasi minimal terdiri dari 3 unsur yaitu:

  1. Pengirimpesan (komunikator).
  2. Penerimapesan (komunikan).
  3. Pesan itu sendiri.

Awal tahun 1960-an, David K. Berlo membuat formula komunikasi yang lebih sederhana yang dikenal dengan ”SMCR”, yaitu: Source (pengirim), Message (pesan), Channel (saluran-media) dan Receiver (penerima).

Komunikator

Pengirim pesan (komunikator) adalah manusia berakal budi yang berinisiatif menyampaikan pesan untuk mewujudkan motif komunikasinya.

Komunikator dapat dilihat dari jumlahnya terdiri dari:

  1. Satu orang.
  2. Banyak orang dalam pengertian lebih dari satu orang.
  3. Massa.

Komunikan

Komunikan (penerima pesan) adalah manusia yang berakal budi, kepada siapa pesan komunikator ditujukan. Peran antara komunikator dan komunikan bersifat dinamis, saling bergantian. Dilihat dari jumlah komunikator dan komunikan, maka proses komunikasi dapat terjadi 9 kemungkinan.

Pesan

Pesan bersifat abstrak. Pesan dapat bersifat konkret maka dapat berupa suara, mimik, gerak-gerik, bahasa lisan, dan bahasa tulisan.

Pesan bersifat verbal (verbal communication) antara lain:

·         Oral (komunikasi yang dijalin secara lisan).

·         Written (komunikasi yang dijalin secara tulisan).

Pesan bersifat non verbal (non verbal communication) yaitu:

·         Gestural communication (menggunakan sandi-sandi -> bidang kerahasiaan)

Saluran Komunikasi dan Media Komunikasi

Saluran komunikasi merupakan alat yang digunakan untuk memindahkan pesan dari sumber kepada penerima.

Terdapat dua cara:

·         Non mediated communication (face to face), secara langsung.

·         Dengan media.

 

 

Efek Komunikasi

Efek komunikasi diartikan sebagai pengaruh yang ditimbulkan pesan komunikator dalam diri komunikannya.

Terdapat tiga tataran pengaruh dalam diri komunikan:

·         Kognitif (seseorang menjadi tahu sesuatu).

·         Afektif (sikap seseorang terbentuk).

·         Konatif (tingkah laku, hal yang membuat seseorang bertindak melakukan sesuatu).

Umpan Balik

Umpan balik dapat dimaknai sebagai jawaban komunikan atas pesan komunikator yang disampaikan kepadanya. Pada komunikasi yang dinamis, komunikator dan komunikan terus-menerus saling bertukar peran.

C.    Komponen Komunikasi

Komponen komunikasi hampir sama dengan unsurunsur komunikasi, yaitu:

  1. KomponenKomunikan.

Komunikan adalah orang yang menerima pesan. Komunikan bias berupa manyarakat maupun lembaga tertentu yang bertanggung jawab atas peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

  1. KomponenKomunikator.

Komunikator adalah orang atau lembaga yang menyampaikan pesan, misalnya berisikan himbauan untuk melakukan 3M dalam mencegah dan memberantas penyebaran dan perkembangan nyamuk aedes agyphti yang menyebabkan penyakit DBD.

  1. KomponenPesan.

Pesan adalah pernyataan yang didukung oleh lambang yang mempunyai arti, contohnya biasa berupa slogan tentang hidup sehat dan lain-lain.

 

 

  1. KomponenUmpan Balik.

Umpan balik merupakan respon yang diberikan oleh komunikan terhadap pesan yang diterimanya. Umpan balik dapat digunakan untuk mengukur besarnya informasi yang diterima dibandingkan dengan yang diterima.

5.      Komponen Media

Media adalah sarana atau saluran yang mendukung proses penyampaian pesan. Media dimaksud bias berupa media cetak maupun elektronik yang dahulu biasa dilakukan dengan kegiatan penyuluhan.

 

6.      Komponen Efek

 

Efek adalah dampak atau akibat yang ditimbulkan oleh pesan . efek atau dampak ialah nilai ketercapaian kita dalam penyanpaian pesan. Nilai baik maupun sebaliknya tergantung cara kita dalam menyampaikan pesan tersebut.

 

D.    Proses Komunikasi

Proseskomunikasi adalah bagaimana komunikator menyampaikan pesan kepada komunikannya, sehingga dapat menciptakan suatu persamaan makna antara komunikan dengan komunikatornya. Proseskomunikasi ini bertujuan untuk menciptakan komunikasi yang efektif (sesuai dengan tujuan komunikasi pada umumnya). Proseskomunikasi, banyak melalui perkembangan.

Proseskomunikasi dapat terjadi apabila ada interaksi antar manusia dan ada penyampaian pesan untuk mewujudkan motif komunikasi.

Tahapanproseskomunikasi adalah sebagai berikut :

  1. Penginterpretasian.
  2. Penyandian.
  3. Pengiriman.
  4. Perjalanan.
  5. Penerimaan.
  6. Penyandian balik.
  7. Penginterpretasian.

 

 

 

v  Penginterprestasian

Hal yang diinterpretasikan adalah motif komunikasi, terjadi dalam diri komunikator. Artinya, proseskomunikasi tahap pertama bermula sejak motif komunikasi muncul hingga akal budi komunikator berhasil menginterpretasikan apa yang ia pikir dan rasakan ke dalam pesan (masih abstrak). Proses penerjemahan motif komunikasi ke dalam pesan disebut interpreting.

v  Penyandian

Tahap ini masih ada dalam komunikator dari pesan yang bersifat abstrak berhasil diwujudkan oleh akal budi manusia ke dalam lambang komunikasi. Tahap ini disebut encoding, akal budi manusia berfungsi sebagai encorder, alat penyandi: merubah pesan abstrak menjadi konkret.

v  Pengiriman

Proses ini terjadi ketika komunikator melakukan tindakan komunikasi, mengirim lambang komunikasi dengan peralatan jasmaniah yang disebut transmitter, alat pengirimpesan.

v  Perjalanan

Tahapan ini terjadi antara komunikator dan komunikan, sejak pesan dikirim hingga pesan diterima oleh komunikan.

v  Penerimaan

Tahapan ini ditandai dengan diterimanya lambang komunikasi melalui peralatan jasmaniah komunikan.

v  Penyandian Balik

Tahap ini terjadi pada diri komunikan sejak lambang komunikasi diterima melalui peralatan yang berfungsi sebagai receiver hingga akal budinya berhasil menguraikannya (decoding).

v  Penginterpretasian

Tahap ini terjadi pada komunikan, sejak lambang komunikasi berhasil diurai kan dalam bentuk pesan.

 

 

 

Proseskomunikasi dapat dilihat dari beberapa perspektif :

  1. Perspektif psikologis.

Perspektif ini merupakan tahapankomunikator pada proses encoding, kemudian hasil encoding ditransmisikan kepada komunikan sehingga terjadi komunikasiinterpersonal.

  1. Perspektif mekanis.

Perspektif ini merupakan tahapan disaat komunikator mentransfer pesan dengan bahasa verbal/non verbal.

Komunikasi ini dibedakan :

  1. Proseskomunikasi primer.

Proseskomunikasi primer adalah penyampaian pikiran oleh komunikator kepada komunikan menggunakan lambang sebagai media.

  1. Proseskomunikasi sekunder.

Merupakan penyampaian pesan dengan menggunakan alat setelah memakai lambang sebagai media pertama.

  1. Proseskomunikasi linier.

Penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan sebagai titik terminal.

  1. Proseskomunikasi sirkular.

Terjadinya feedback atau umpan balik dari komunikan ke komunikator.

Kesimpulan adanya proseskomunikasi:

  1. Komunikasi bersifat dinamis.
  2. Tahapanproseskomunikasi bermanfaat untuk analisis.
  3. Proseskomunikasi dapat terhenti setiap saat.
  4. Pesankomunikasi tidak harus diterima.
  5. Tindak komunikasi merupakan indikasi komunikasi.

 

 

 

 

E.     Faktor-faktor yang Mempengaruhi Komunikasi

Komunikasi sering mengalami gangguan sehingga proseskomunikasi tidak seperti yang diharapkan. Banyak hal yang dapat mempengaruhi komunikasi diantaranya :

  1. Latar belakang budaya.

Interpretasi suatu pesan akan terbentuk dari pola pikir seseorang melalui kebiasaannya, sehingga semakin sama latar belakang budaya antara komunikator dengan komunikan maka komunikasi semakin efektif.

  1. Ikatan kelompok atau group.

Nilai-nilai yang dianut oleh suatu kelompok sangat mempengaruhi cara mengamati pesan.

  1. Harapan.

Harapan mempengaruhi penerimaan pesan sehingga dapat menerima pesan sesuai dengan yang diharapkan.

  1. Pendidikan.

Semakin tinggi pendidikan akan semakin kompleks sudut pandang dalam menyikapi isi pesan yang disampaikan.

  1. Situasi.

Perilakumanusia dipengaruhi oleh lingkungan/situasi. Faktor situasi ini adalah:

1.      Faktor ekologis (iklim atau kondisi alam).

2.      Faktor rancangan dan arsitektural (penaataan ruang).

3.      Faktor temporal, misal keadaan emosi.

4.      Suasana perilaku, misal cara berpakaian dan cara berbicara.

5.      Teknologi.

6.      Faktor sosial, mencakup sistem peran, struktur sosial dan karakteristik sosial individu.

7.      Lingkungan psikososial yaitu persepsi seseorang terhadap lingkungannya.

8.      Stimuli yang mendorong dan memperteguh perilaku.

 

 

 

F.     Jenis dan Bentuk Komunikasi

1.      Jenis Komunikasi

Ada 3 jenis komunikasi :

·         Komunikasi massa

·         Komunikasi intrapersonal (dalam diri seseorang)

·         Komunikasi interpersonal, termasuk didalamnya komunikasi :

§  Antara dua orang (face to face)

§  Antar tiga orang atau lebih (komunikasi kelompok/grup kecil maksimal 10 orang).

2.      Bentuk Komunikasi

 

A.    Komunikasi intrapesonal

Komunikasi intrapersonal merupakan komunikasi dengan diri sendiri dengan tujuan untuk berfikir,melakukan penalaran,menganalisis dan merenung. Adapun pengertian lain menurut para ahli tentang pengertian komunikasi  intrapersonal atau komunikasi antar pribadi merupakan komunikasi yang berlangsung  dalam diri seseorang.orang itu berperan baik sebagai komunikator maupun sebagai komunikan. Adapula pengertian komunikasi intrapersonal adalah suatu proses pengolahan informasi , meliputi sensasi , persepsi , memori , dan berfikir.

B.     Komunikasi Antarpersonal

Komunikasi antarpersonal  adalah proses pengiriman dan penerimaan pesan-pesan antara dua orang atau diantara sekelompok kecil orang-orang dengan beberapa efek dan beberapa umpan balik seketika.

C.     Komunikasi kelompok

o   Komunikasi Dalam Kelompok Besar

            Komunikasi dalam kelompok besar (large group,massa atau macro group)

Tidaklah slalu sama dengan komunikasi  dalam kelompok kecil meskipun setiap kelompok besar pasti terdiri atas beberapa kelompok kecil.hal ini antara lain dikarenakan beberapa hal sbb;

a.       Komunikasi dalam kelompok besar jumlahnya yang besar (ratusan atau ribuan orang) di mana dalam suatu situasi komunikasi yang sedang berlangsung hampir tidak terdapat kesempatan untuk memberikan tanggapan secara verbal dan personal karna sedikit sekali kemungkinannya bagi komunikator untuk bertannya jawab.

b.      Situasi dialogis hampir tidak ada

c.       Sebaiknya pembicara senantiasa perlu lebih fokus dalam arah pembicaraannya sehingga pendengar akan dapat mudah mencerna pesan pembicara.

o   Komunikasi kelompok kecil.

Komunikasi kelompok kecil adalah sekumpulan perorangan yang relative kecil yang masing-masing dihubungkan oleh beberapa tujuan yang sama dan mempunyai derajat organisasi tertentu diantara mereka.

Contoh : komunikasi antar manager dengan sekumpulan karyawan

 

D.    Komunikasi massa

Komunikasi massa adalah produksi dan distribusi secara institusional dan teknologis dari sebagian besar aliran pesan yang dimiliki bersama secara berkelanjutan dalam masyarakat-masyarakat industrial.

Salah satu contoh misalnya Jenis dan Bentuk Komunikasi tarapeutik :

ü  Mendengar dengan penuh perhatian

Usaha bidan mengerti pasien dengan cara mendengarkan masalah yang disampaikan pasien. Sikap bidan : pandangan ke pasien, tidak menyilangkan kaki dan tangan, menghindari gerakan yang tidak perlu, tubuh condong ke arah pasien.

ü  Menunjukkan penerimaan

Mendukung dan menerima informasi dengan tingkah laku yang menunjukkan ketertarikan dan tidak menilai. Sikap bidan : mendengarkan tanpa memutuskan pembicaraan, memberikan umpan balik verbal.

ü  Menanyakan pertanyaan yg berkaitan

Tujuan : mendapatkan informasi yang spesifik mengenai masalah yang disampaikan pasien.

ü  Mengulang ucapan pasien dengan kata-kata

Pemberian feedback dilakukan setelah bidan melakukan pengulangan kembali kata kata pasien.

ü  Mengklarifikasi

Tujuan : untuk menyamakan pengertian.

ü  Memfokuskan

Untuk membatasi bahan pembicaraan sehingga percakapan lebih spesifik dan dimengerti.

ü  Menyatakan hasil observasi

Bidan memberikan umpan balik pada pasien dengan menyatakan hasil pengamatannya sehingga pasien dapat menguraikan apakah pesannya diterima atau tidak.

 

ü  Menawarkan informasi

Memberi tambahan informasi merupakan tindakan penyuluhan kesehatan untuk pasien.

ü  Diam

Memberikan kesempatan pada bidan untuk mengorganisasikan pikiran dan memproses informasi.

ü  Meringkas

Pengulangan ide utama yang telah dikomunikasikan secara singkat. Manfaat : membantu, mengingat topik yang telah dibahas sebelum melanjutkan pembicaraan.

ü  Memberikan penghargaan

Teknik ini tidak digunakan untuk menyatakan hal yang baik dan buruk.

ü  Menawarkan diri
Menyediakan diri Anda tanpa respon bersyarat atau respon yang diharapkan; Memberi kesempatan kepada pasien untuk memulai pembicaraan; Memberi kesempatan kepada pasien untuk berinisiatif dalam memilih topik pembicaraan.

ü  Menganjurkan untuk meneruskan pembicaraan

Tujuan dari menganjurkan untuk meneruskan pembicaraan antara lain adalah untuk :
1) Memberi kesempatan pasien untuk mengarahkan seluruh pembicaraan, menafsirkan diskusi, bidan mengikuti apa yg sedang dibicarakan selanjutnya.
2) Menempatkan kejadian dan waktu secara berurutan.
3) Menguraikan kejadian secara teratur akan membantu bidan dan pasien untuk melihat dalam suatu perspektif.
4) Menemukan pola kesukaran interpersonal klien.

ü  Menganjurkan klien untuk menguraikan persepsi

Bidan harus dapat melihat segala sesuatu dari perpektif pasien.

ü  Perenungan
Memberikan kesempatan untuk mengemukakan dan menerima ide serta perasaannya sebagai bagian dari dirinya sendiri.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

 

A.    Kesimpulan

Kerjasama lembaga kesehatan dan elemen masyarakat sangat mempengruhi ketercapaian penyampaian informasi kesehatan. Komunikasi kesehatan hendaknya memenuhi unsur komunikasi itu sendiri, seperti lembaga kesehatan sebagai komunikator, masyarakat sebagai komunikan, internet maupun media cetak tan elektronik sebagai media dalam penyampaian pesan, pesan yang ingin disampaikan dan perubahan setelah disampaikan pesan sebagai efek positif.

Komunikasi dalam kesehatan hendaknya selalu mengalami perubahan seiring perubahan lingkungan dan disesuaikan dengan keadaan masyarakat dan pelaku atau komunikator hendaknya lebih variatif dan inovatif dalam penyampaian pesan informasi kesehatan.

 

B.     Saran

 

C.    Refrensi

Ø  http://fikiwarobay.blogspot.com/2012/04/bentuk-bentuk-komunikasi.html

Ø  http://midwifescience.wordpress.com/2012/10/15/pengantar-komunikasi-kebidanan/

Ø  http://bian-biangkerok69.blogspot.com/2010/03/komunikasi-kebidanan.html

Ø  http://www.lusa.web.id/proses-komunikasi/

Ø   

Ø  http://neozonk.wordpress.com/2012/09/19/bentuk-bentuk-komunikasi/

Ø  http://www.lusa.web.id/faktor-yang-mempengaruhi-komunikasi/

Ø  http://penerbitsalemba.com/v2/product/view/614

Ø  http://www.lusa.web.id/tag/umpan-balik/

Ø  http://www.lusa.web.id/komponen-komunikasi/

Ø  http://www.lusa.web.id/unsur-unsur-komunikasi/

Ø  http://www.lusa.web.id/proses-komunikasi/